Loading...
Berita IslamDunia Islam

PRIA HAMPIRI USTADZ BAWA PISTOL

Orang yang diduga mengalami gangguan jiwa mendatangi Pondok Pesantren Nurul Anwar di RT 06/15 kelurahan Cibabat, kecamatan Cimahi Tengah kota Cimahi, Sabtu (17/2) malam.
Menurut seorang warga yang juga saksi mata, Abdul Hamid, seorang pria itu datang ke Nurul Anwar ketika acara Maulid Nabi.

“Awalnya, pria yang berpakaian seperti orang gila itu menanyakan nama ustadz ke pedagang di sekitar pondok pesantren,” kemudian, pedagang itu melapor ke santri. Namun, orang yang diduga gila itu sudah pergi.
Sekitar pukul 21.00, pria yang diduga gila itu tiba-tiba muncul dan langsung duduk di lokasi acara Maulid Nabi.
“Tapi dia berpisah dengan jemaah, sehingga santri curiga kepada orang itu,” ucap Abdul.
Kecurigaan Jemaah dan santri benar. Tepat pukul 23.00 atau setelah acara, orang yang diduga gila itu hendak menghampiri Ustadz.

“Kedua tangan posisinya di belakang. Ternyata membawa pistol mainan”, katanya.
Pria yang tidak membawa kartu identitas itu langsung dibawa ke Mapolres Cimahi. “Ketika ditanya nama, jawabannya berbeda-beda. Kadang mengaku Agus dan lain-lain,” ucapnya.

Di Bandung, polisi berseragam lengkap mulai disebar di setiap masjid di kota Bandung saat waktu adzan. Hal itu sebagai upaya mendekatkan peran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya preventif mencegah gangguan keamanan yang dilakukan Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, mengatakan hal itu dalam rangka memberi rasa aman dan nyaman kepada tokoh agama dan Jemaah yang berada di dalam masjid. “Selama di masjid, anggota harus mengenakan seragam lengkap agar Jemaah merasa aman dari gangguan pengacau,” ujar Hendro di Masjid Al Ukhuwah di Jalan Wastukencana Bandung, Minggu (18/2)

Sumber : Tribun Jabar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp Kami
%d blogger menyukai ini: