Loading...
Berita IslamibadahNews

Haji Indonesia Cetak Rekor Dunia?

Untuk 203.351 jemaah haji, disediakan 15.251.325 kotak nasi. Tiap jemaah, disediakan 75 kali makan selama 34 hari.

Ketersediaan katering menjadi sangat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Proses ibadah jemaah haji semakin lancar dengan pasokan katering tak mengalami hambatan.

Silakan diingat pada pelaksanaan haji 2006, saat suplai katering jemaah haji Indonesia di Arafah mampat. Kala itu jemaah harus melalui puncak haji dengan perut lapar.

Pelaksanaan haji kala itu menjadi sorotan. Kekecewaan jemaah di Tanah Suci dengan cepat meembet ke Tanah Air. Program penataan pelaksanaan haji tertutup noda penyediaan katering yang tak paripurna.

Kali ini, katering termasuk 10 inovasi layanan haji 2018. Selama di Mekah, jemaah diberi makan sehari dua kali selama 20 hari. Total 40 kali makan siang dan malam. Tahun lalu, jemaah di Mekah hanya diberi 25 kali makan.

Paket katering itu lengkap. Ada nasi, lauk, sayuran, buah, dan sebotol air mineral. Dikemas dalam kotak plastik berisi teh, gula, kopi, sambal dan kecap botol, sendok, dan gelas. Tersedia pula snack pagi yang diberikan bersama paket makan malam.

15 Juta Kotak Nasi

Di kota Mekah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia melayani 8,13 juta kotak makanan untuk 203,3 ribuan jemaah reguler yang disediakan oleh 36 perusahaan katering yang diikat kontrak, dengan syarat dan pengawasan ketat.

Menu makanan pun tak monoton. Saban hari berbeda, baik untuk makan siang maupun malam. Dalam kontrak, koki dan bumbu harus datang dari Indonesia. Juru masak mendapat training dan disertifikasi oleh ahli tata boga dari kampus pariwisata Bandung dan ahli gizi dari Rumah Sakit Haji Jakarta. Direkrut pula 142 pengawas katering di Mekah, untuk memastikan kontrak dipatuhi.

Di Madinah, tetap disediakan 18 kali makan untuk jemaah, selama 9 hari, plus sarapan snack. Di kota Nabi itu, menu makanan dipasok oleh 15 perusahaan katering. Dipantau 42 pengawas.

Sementara di Jeddah, jamaah diberi 1 kali makan dari dua perusahaan katering. Dimonitor 10 pengawas. Sedangkan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), tersedia 16 kali makan, 3 kali sehari. Di Armuza, katering disuplai 19 perusahaan, untuk 26 maktab. Untuk 44 maktab sisanya, diurus Muassasah.

Total, tiap jemaah, disediakan 75 kali makan selama 34 hari. Untuk 203.351 orang, PPIH menyediakan 15.251.325 kotak nasi. Mungkin inilah hajatan penyediaan katering terbesar di dunia dalam durasi waktu paling lama.

 

Citarasa Nusantara

Dengan segala paket tersebut, jemaah haji Indonesia hanya menyediakan makan sendiri hanya selama 5 hari. Masing-masing tiga hari menjelang wukuf, dan dua hari setelah Armuzna. Pada hari-hari itu, beberapa pemondokan menerima paket makanan gratis dari para dermawan yang mengirim dengan mobil-mobil boks.

Pengawasan terhadap penyedia katering haji pun sangat ketat. Sagan pagi dan sore, seluruh perusahaan katering harus mengirim sampelmakanan kepada PPIH Daker Mekah untuk diperiksa. Tiak kotak sampel diperiksa oleh ahli tata boga dari Bandung dan ahli gizi Rumah Sakit Haji Jakarta.

Jemaah pun banyak yang menyampaikan rasa puas. Apalagi mereka tetap bisa mencecap makanan dengan citarasa nusantara. Bila ada yang kurang pas, itu lebih pada selera individu.

Pada pelaksanaan haji tahun 2018 pula, PPIH berhasil mencegah pasokan makanan basi, pada 6 Agustus, di Sektor 7, Aziziah, Mekah. Katering itu diminta untuk ditarik kembali karena sayurnya basi.

Sumber : Kementrian Agama

 

Kontak Kami:
Whatsapp: 0851-0014-1107
Call Center: 022-206 5182
=====================
Website : www.amalmadani.com
Facebook : Amal Madani Indonesia
Instagram: @amalmadaniindonesia

Tinggalkan Balasan

WhatsApp Kami
%d blogger menyukai ini: