Menjadi Kaya dengan Merasa Cukup

Mengapa dalam Islam kekayaan bukanlah diukur dari banyaknya harta?

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” — (HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

Benar! Jawabannya karena manusia tidak pernah merasa puas meski ia telah diberi satu lembah emas.

Begitulah realitanya, semakin diberi semakin banyak meminta lebih.

Banyak manusia yang semakin berlimpah hartanya semakin tinggi keinginan untuk memenuhi hasratnya.

Semakin tinggi hasrat manusia, semakin ia merasa kurang karena tak pernah bisa memenuhi keinginannya.

Maka, banyaknya harta tidak mempengaruhi seseorang untuk selalu merasa cukup.

Namun, nikmat imanlah yang membuat manusia merasa cukup. Iman pula lah yang membuat manusia mengerti bahwa hidup untuk memenuhi hasrat dengan menjadi kaya adalah perjalanan yang tak akan pernah sampai pada kata puas.

Sahabat, semoga kita selalu merasa cukup dengan nikmat yang diberikan Allah kepada kita.

Aamiin Allahumma Aamiin.

AMAL MADANI INDONESIA

Lembaga Amil Zakat Berizin SK Kementrian Agama RI No. 599 Prov. Jawa Barat.

Komp. Padasuka Indah B11. Cimahi Tengah – Kota Cimahi, Prov. Jawa Barat.

Telp. 022 – 20665182
WA Centre. +62 813-1046-0480
Website. www.amalmadani.com

admin

Lembaga Filantropi yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infaq, shadaqah, dan dana kemanusiaan. Lembaga Amil Zakat SK Kementrian Agama RI No.599 Provinsi Jawa Barat.

See all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

WhatsApp Kami