Loading...
BerbagiDunia Islam

Bantahan Telak Ustadz Abdul Somad Terhadap Aan Anshori Yang Ngawur Sebut Sebut Al-Qur’an Legalkan LGBT

Ustadz Abdul Somad Lc MA kembali menunjukkan kelasnya sebagai dai dengan menyampaikan jawaban telak kepada Aan Anshori, aktivis pembela LGBT, yang menyebut umat Islam tidak paham Al-Qur’an dan menyatakan Al-Qur’an akomodatif terhadap pelaku LGBT.

“Saya harus katakan, sebagain besar umat, tidak paham dan gagal membaca kitab sucinya (Al-Qur’an) secara fair.” katanya saat menjadi pembicara dalam Fakta TV One LGBT Antara HAM dan Agama pada Senin (8/1/18) malam.

Ia bersikukuh kepada klaimnya yang menyatakan bahwa LGBT merupakan pemberian Tuhan, sebagaimana pemberian Tuhan kepada seorang laki-laki yang mencintai perempuan atau perempuan yang menyukai laki-laki.

Lebih jauh, Aan menyatakan bahwa Al-Qur’an pun memiliki term yang mengakomodir LGBT seperti tersebut di dalam Surat An-Nur ayat 30.

“No. That is not teory. Di An-Nur 30 itu ada term yang mengatakan ‘ulil irba minar rijal’ (laki-laki yang tidak tertarik kepada perempuan). Itu terjemahannya bilang seperti itu.” katanya.

Menanggapi salah paham Aan Anshori ini, Ustadz Abdul Somad Lc MA menyatakan, Al-Qur’an harus dipahami dalam konteks yang utuh dan tidak boleh dicomot lalu ditafsirkan sesuka sendiri.

“Dimana orang bisa berkata Al-Qur’an melegitimasi LGBT? Yang dimaksud laki-laki yang tidak tertatik kepada wanita, kata Imam Nawawi, adalah seorang yang akalnya kacau (sehingga) tidak tertatik kepada perempuan karena sudah tua, sakit. Bukan LGBT. Bukan homos*ksual.” katanya tegas.

Sebagai bukti penguat, Ustadz Abdul Somad menyebutkan ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mengasingkan seorang laki-laki karena mengenakan heena padahal heena merupakan hiasan bagi perempuan.

Berikutnya, lanjut Ustadz Somad, Nabi juga menyatakan bahwa Allah melaknat seorang laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.

Lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini juga menambahkan, Al-Qur’an menutup semua pintu menuju zina, sedangkan pelaku LGBT lebih mungkar daripada pelaku zina.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp Kami
%d blogger menyukai ini: