Halaman tidak ditemukan Muawiyan Bin Muawiyah Al-Muzani Radiyallahu ‘Anhu Dishalatkan 140000 Malaikat – AMAL MADANI INDONESIA

Muawiyan Bin Muawiyah Al-Muzani Radiyallahu ‘Anhu Dishalatkan 140000 Malaikat

Dia adalah sahabat nabi yang tidak terkenal, akan tetapi beliau radiyallahu ‘anhu adalah hamba yang taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Antara beliau radiyallahu ‘anhu dengan Allah ‘azza wajalla ada ikatan cinta yang berharga. Di sisi Allah beliau radiyallahu ‘anhu adalah hamba yang berharga hingga kematian datang menjemputnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menampakkan keutamaan sahabat ini di hari wafatnya, usai perang tabuk yang dipimpin oleh Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam.

Ketika itu sahabat Muawiyah radiyallahu ‘anhu berazam untuk berangkat bersama kaum muslimin menuju Tabuk. Akan tetapi beliau menderita demam yang sangat tinggi. Walaupun beliau telah berusaha mengobati dirinya, namun penyakitnya semakin parah, maka baginda Nabi Shallalahu’alaihi wasallam bersabda kepadanya:

“Tinggallah wahai Muawiyah dan janganlah berangkat menuju perang ini”.

Maka Tinggallah sahabat Muawiyah di Madinah, dan berangkatlah baginda Nabi Shallalahu’alaihi wasallam menuju perang ini dan mendapatkan kemenangan. Dalam perjalanan pulang menuju Madinah Nabi Shallalahu’alaihi wasallam dikabari bahwa penyakit Muawiyah bertambah parah dan telah meninggal dunia.

Kisah tentang beliau radiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh beberapa ulama hadits seperti Imam Bayhaqi dalam kitab Sunannya dan Imam ibnu Hajar al- Asqalani dalam kitab Musnadnya dari sahabat Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Kami sedang bersama Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam dalam perang Tabuk, dan terbitlah matahari dengan sinar, dan pancaran serta cahaya yang belum pernah saya lihat dihari-hari sebelumnya, maka datanglah Jibril ‘alaihissalam kepada Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam, beliau Bersabda: “Wahai JiIbril, mengapa saya melihat matahari terbit dengan sinar, dan pancaran serta cahaya yang belum pernah saya lihat dihari- hari sebelumnya?” Jibril berkata: “Itu disebabkan oleh Muawiyah bin Muawiyah al-Laytsi yang meninggal dunia hari ini di Madinah, lalu Allah mengutus untuknya tujuh puluh ribu Malaikat untuk menshalatkannya”. Nabi pun bersabda: “Bagaimana keutamaan itu diperolehnya?” Jibril berkata; “Dengan banyaknya dia membaca surat Al-Ikhlas siang dan malam, dalam keadaan berjalan, berdiri dan duduknya, maka adakah keinginanmu wahai Rasulullah untuk kulapangkan tanah supaya engkau bisa shalat di atasnya”, Nabi bersabda: “iya”, Anas bin Malik berkata; “Maka Nabi pun menshalatkannya kemudian pulang ke Madinah.

Dalam riwayat yang lain Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu berkata: Malaikat Jibril turun kepada Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam lalu berkata: Wahai Muhammad telah wafat Muawiyah Al-Muzani, apakah engkau berkeinginan untuk menshalatkannya? (Nabi) bersabda: “iya”, maka Malaikat Jibril memukulkan dua sayapnya ke tanah seketika itu, lenyaplah pepohonan dan merosotlah gundukan-gundukan tanah, lalu (malaikat Jibril) menghadirkan ranjangnya (yang di atasnya ada mayat Sahabat Muawiyah) ke hadapan Rasulullah lalu Nabi pun menshalatkannya dan di belakang beliau ada dua shaf malaikat dalam tiap shaf terdiri atas tujuh puluh ribu malaikat. Kemudian Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Jibril bagaimana dia bisa mendapatkan derajat (kemuliaan) seperti ini dari Allah?” malaikat Jibril berkata. “Dengan cintanya ia kepada (surat Al-Ikhlas) dan dengan senantiasa ia membacanya ketika dia pulang (dari safar) atau sedang berpergian, saat berdiri atau duduk dan dalam tiap keadaan.

repost : wahdah.or.id

admin

Lembaga Filantropi yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infaq, shadaqah, dan dana kemanusiaan. Lembaga Amil Zakat SK Kementrian Agama RI No.599 Provinsi Jawa Barat.

See all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

WhatsApp Kami